Halaman

blog-indonesia.com

Cari Di Sini

Terbaru

23 Januari 2011

Wow Creepy !!!!!


Zombie adalah sebutan untuk mayat hidup dalam sistem kepercayaan Voodoo orang Kreol dan Afrika-Karibia. Zombie adalah manusia dengan roh yang sudah dicuri lewat cara supranatural atau perdukunan, dan dipekerjakan sebagai budak yang mengabdi pada "majikan zombie" di perkebunan terpencil.Dikenal dengan kebrutalannya yang membabi buta ketika melihat manusia "normal" dan langsung mengejar lalu membunuh dengan rasa laparnya. Manusia yang sudah dibunuhnya dapat kembali hidup menjadi zombie walaupun dengan anggota tubuh yang sudah tidak lengkap akibat serangan zombie. Versi zombie yang lebih menakutkan dan suka memakan manusia sering diangkat menjadi cerita fiksi horor. 






Frankenstein adalah seorang profesor gila yang membuat monster dari serpihan dan potongan orang mati. Serpihan dan potongan tubuh itu disatukan dengan cara dijahit bersama dan dihidupkan lagi menggunakan listrik dari petir.
Dr. Victor Frankenstein, yang mempelajari bagaimana membuat kehidupan dan menciptakan sesosok makhluk seperti manusia, tetapi lebih besar tubuhnya dan memiliki tenaga diatas manusia normal. Dalam kebudayaan terkenal, orang lebih banyak mengetahui makhluk itu sebagai "Frankenstein" dari pada nama sang ilmuwan tersebut. 






Orc adalah makhluk legendaris yang muncul dalam cerita-cerita rakyat dan kisah-kisah fiksi fantasi sebagai makhluk buas dengan postur tubuh menyerupai manusia, kadang-kadang seperti raksasa, kulitnya biasanya berwarna hijau, wajahnya mirip babi, kera atau monster dengan taring panjang, sifatnya garang dan buas. Orc diidentikkan sebagai ras yang ganas dan jahat. Mereka senang makan daging dan kadang-kadang mereka menjadi bangsa kanibal.
Kata “orc” atau “ork” dihubungkan dengan setan, iblis, ogre, ras yang jahat, atau monster. Setan-setan atau iblis sering disamakan dengan “Orc”. Biasanya ukurannya lebih besar ataupun seukuran dengan manusia, dan sifatnya lebih ganas. 





Vampir adalah tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan (biasanya dalam bentuk darah) dari makhluk hidup lain. Meskipun kepercayaan terhadap setan penghisap darah terdapat dalam berbagai budaya dan telah ada sejak zaman kuno, istilah vampir sendiri baru populer pada awal abad ke-18 setelah masuknya legenda vampir ke Eropa Barat dari daerah Balkan dan Eropa Timur. Vampir dalam legenda Balkan dan Eropa Timur memiliki penampilan yang beragam (mulai dari makhluk mirip manusia sampai mayat hidup) sedangkan di Eropa Barat, vampir digambarkan sebagai makhluk yang berpenampilan rapi dan mewah.
Vampir umumnya diceritakan keluar dari makamnya pada malam hari untuk menggigit orang-orang dengan taringnya yang panjang dan mengisap darah mereka. Korban yang digigitnya biasanya akan menjadi vampir juga. Menurut beberapa mitos, vampir tidak tampak di cermin karena mereka tidak memiliki jiwa. Dalam cerita fiksi modern, vampir bisa menjelma menjadi kelelawar, serigala, bahkan gumpalan gas, dan harus menjauhkan diri dari sinar matahari. 




Legenda Penunggang kuda tanpa kepala dimulai di Sleepy Hollow, New York. Penunggang Kuda adalah orang Hessian , salah satu dari banyak yang disewa untuk menekan Perang Revolusi Amerika. Selama perang, Penunggang Kuda adalah salah satu dari 51 Hessians tewas dalam pertempuran Chatterton Hill, dimana kepalanya dipotong oleh cannonball Amerika. Dia dimakamkan di pemakaman di luar gereja. Setelah itu ia muncul sebagai hantu, yang membunuh orang-orang Amerika untuk membalas dendam. Ciri khas orang yang terbunuh ialah kepalanya sudah tidak ada lagi melekat ditubuh. 






Kuyang merupakan siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi.

Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, namun biasanya ia mengenakan pakaian jubah. Pada malam hari kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang yang melihat kuyang terbang biasanya melihatnya seperti burung besar.

Untuk menghadapinya korban perlu menggunakan sapu ijuk atau memukulkan perabot rumah tangga seperti panci atau wajan.



Manusia bayangan atau makhluk bayangan (dalam bahasa Inggris Shadow people) dikatakan merupakan makhluk supranatural yang muncul sebagai bentuk-bentuk gelap di ujung penglihatan manusia dan lalu hancur menghilang, atau bisa bergerak menembus tembok jika dilihat.

Laporan mengenai manusia bayangan ini mirip dengan penampakan hantu, tapi berbeda. Perbedaannya ialah bahwa manusia bayangan ini tidak dikatakan memiliki ciri khas manusia, memakai pakaian modern atau berusaha berkomunikasi. Saksi juga melaporkan perasaan yang sama berada di dekat sesuatu yang 'pernah merupakan manusia'. Beberapa orang telah mendeskripsikan bahwa mereka diancam, dikejar atau bahkan diserang oleh manusia bayangan. Ada juga laporan mengenai manusia bayangan di depan beberapa saksi atau tetap ada beberapa detik sebelum menghilang. Para saksi ini mengatakan bahwa pertemuan dengan manusia bayangan biasanya bersamaan dengan rasa tidak enak.



( Sumber : Wiki n Hadinisme.com )

20 Januari 2011

The God Of Death !!!!!


Kematian, "waktu di mana kehidupan berakhir". Hal ini bisa dihindari tidak peduli apa yang Anda lakukan, atau di mana Anda pergi, kematian akan menemukan Anda. Ini hanyalah salah satu dari banyak fakta kehidupan. Dan personifikasi salah satu acara ini telah menjadi Grim Reaper. bagian-bagian dari dunia telah mengambil sendiri di mana angka ini berasal mitologis.

kematian biasanya dinamakan "The Grim Reaper" dan digambarkan sebagai seseorang berbadan kerangka memegang sebuah sabit besar, dan menggunakan sebuah jubah tengah malam hitam dengan sebuah kerudung,  Kematian dalam gambaran mitologi




Gambaran dari sabit besar asalnya dari sebuah kesalah pahaman etimologi Yunani yang menghubungkan Dewa Cronos dengan waktu. Cronos adalah seorang Dewa Panen yang sering memperlihatkan sabitnya, dimana dia juga menggunakan alat itu untuk mengebiri ayahnya, Uranus. Periode etimologis dari Yunani korelasi yang sungguh keliru Cronus dengan waktu seharusnya adalah kesamaan dengan awalan chrono-. Berasal dari kekeliruan, Cronus sering digambarkan sebagai bapak sang Waktu, membawa sebuah sabit besar, diman itu adalah benda yang diperlukan saat panen untuk menyabit. Karakter dari Bapak Waktu dan Grim Reaper sering melengkapi,







Dalam Kitab agama Hindu diketahui bersama sebagai 'Veda', penguasa kematian disebut Yama, atau Yamaraj (harfiah"penguasa kematian").

Sebuah gambaran modern dari Penghakiman Yamaraja, oleh Dominique Amendola
Yamaraja mengendarai seekor kerbau hitam black buffalo dan membawa seutas tali untuk membawa jiwa yang telah kembali kepadanya tempat tinggalnya disebut "Yamaloka". Wakilnya, Yamaduts, yang membawa jiwa yang telah mati ke Yamaloka. Disini, semua nama-nama dari orang baik dan buruk yang telah mati disimpan dan diurus oleh Chitragupta, dimana mengizinkan Yamaraj untuk memutuskan dimana sang jiwa tersebut bertempat tinggal pada kehidupan berikutnya, mengikuti teori dari reinkarnasi.
Ini dipercaya jiwa-jiwa mungkin mengalami kelahiran kembali di tempat yang kejam, atau tempat yang indah dan dikembalikan ke Bumi lagi, tergantung ketika sifatnya apakah baik atau buruk selama masa hidupnya. Seorang yang berpengalaman dengan karma dan bhakti dalam seluruh hidupnya diterima Moksha, kebebasan dari putaran mati dan lahir kembali dan semua penderitaan dan keterbatasan diperlukan dalam mewujudkan eksitensi duniawi. Yama juga menyebutkan di dalam Mahabharata sebagai seorang filosof besar dan pengagum dari Sri Krishna.





Yang lebih modern mengambil bahwa Jepang telah mengadopsi adalah Shinigami. Dia adalah orang yang pengawal orang mati ke alam baka. Ia juga telah dikatakan untuk melacak catatan kematian. Tidak seperti Yama, Shinigami tidak dapat ditemukan dalam mitologi tradisional Jepang.
   Rumpun Bangsa Slavia Tua memandang kematian sebagai seorang wanita mengenakan pakaian putih, dengan sebuah tunas hijau yang tidak pernah pudar warnanya di tangannya. Sentuhan dari tunas tersebut akan membuat manusia menjadi tidur tahan lama. Gambaran ini di pertahankan oleh pelaku kristenisasi dengan baik dalam masa Pertengahan, hanya diganti dengan gambaran tradisional Eropa lainnya dengan Kerangka berjalan pada akhir abad 15.

   Ada perbedaan cukup besar antara keduanya. Dan bahwa menjadi malaikat Lithuania, yang dikenal sebagai Giltine, telah adeformed wajah. Sebuah hidung biru di atas ukuran, dan lidah beracun.
   Hitam wabah 1328, yang menewaskan 1 / 3 dari populasi Eropa, dan sekitar 75 juta di seluruh dunia. Terinspirasi banyak pematung dan pelukis untuk memulai menggambarkan Reaper Grim dalam banyak dari sana bekerja. Diambil dari buku The Gods Of Eden, ditulis oleh William Bramley. Dia mengatakan bahwa di Brandenburge, Jerman pria dengan "wajah takut" dan sabit. Terlihat mengayunkan sabit mereka, yang bisa ternak membuat suara mendesis dari mil. Setelah munculnya orang-orang, datang berat dari wabah wabah.



dari laporan-laporan ini bahwa orang-orang menciptakan citra populer kematian sebagai kerangka, setan, seorang pria berjubah hitam membawa "sabit. Sehingga Anda dapat melihat ada sejarah besar mengenai asal usul Reaper Grim dari seluruh bumi ini. Mitos budaya yang akan Anda percaya? Itu tergantung pada Anda.,
yakinlah bahwa Anda akan menyeberangi jalan dengan Grim Reaper......hhhmmmmm sereeeeeeeemmmmmmmm...........


( Sumber : Wiki n the Doktor )

Prison Is Horrible !!!!!!


Pulau Alcatraz adalah sebuah pulau yang terletak di tengah Teluk San Francisco di California, Amerika Serikat. Alcatraz terletak pada koordinat 37°49' LU 122°25' BB. Alcatraz dahulu merupakan benteng pertahanan militer dan kemudian dijadikan penjara keamanan-ketat. Kini dia adalah sebuah situs sejarah yang dikelola oleh Dinas Pertamanan Nasional AS sebagai Tempat Rekreasi Nasional Golden Gate dan yang dibuka untuk wisatawan. Paulu ini terdaftar sebagai Tempat Bersejarah Nasional.

Luas daratannya adalah 0,0763 km². Menurut Sensus 2000 pulau ini tidak berpenduduk. 

Orang Eropa pertama yang menemukan pulau ini adalah Juan Manuel de Ayala. Nama pulau ini berasal dari kata Spanyol (diambil dari kata Arab) yang berarti pelikan. Nama julukan pulau ini ialah "The Rock" (Batu Karang).

Di tempat ini juga terdapat mercu suar tertua yang masih beroperasi di Pantai Barat Amerika Serikat. Kini tempat ini menjadi koloni burung-burung laut, umumnya burung camar barat, cormorant, gannet dan egret. Dari pulau ini orang dapat melihat pemandangan yang indah di sepanjang pantai San Francisco. Pulau ini juga menjadi titik berangkat pertandingan triatlon Kabur dari Alcatraz


SEJARAH ALCATRAZ

Alcatraz pertama-tama dibangun sebagai instalasi militer pada 1850 dan kemudian diubah menjadi penjara militer, hingga 1933. Barak Hukuman Amerika Serikat di Alcatraz diambil alih oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 12 Oktober 1933. Pulau ini menjadi penjara federal pada Agustus 1934. Selama 29 tahun penggunaannya, di penjara mendekam penjahat-penjahat terkenal seperti Al Capone, Robert Franklin Stroud (Manusia burung dari Alcatraz), dan Alvin Karpis, yang ditahan di Alcatraz jauh lebih lama daripada tahanan manapun. Penjara ini juga menyediakan perumahan untuk staf Biro Penjara dan keluarga mereka. Kini para anggota keluarga yang menghuni pulau itu dan menjadikannya rumah mereka dapat bergabung dalam Perhimpunan Alumni Alumni dan ikut serta dalam reuni tahunan yang merayakan pembukaan penjara ini pada akhir minggu kedua Agustus. Kebanyakan anggota keluarga mempunyai cerita-cerita kesayangan mereka yang sering mereka ceritakan tentang pengalaman dibesarkan di The Rock.

Dengan keputusan Jaksa Agung AS Robert F. Kennedy, tempat tahanan ini ditutup untuk selama-lamanya pada 21 Maret 1963. Penjara ini ditutup karena biaya operasinya jauh lebih mahal daripada penjara-penjara yang lain, dan teluk ini mengalami polusi karena sampah dari sekitar 250 tahanan dan 60 keluarga Biro Penjara di pulau itu. Penjara AS, sebuah penjara tradisional yang didirikan di darat dibuka pada tahun yang sama untuk menggantikan Alcatraz.


Pada 1969, sekelompok orang Indian Amerika dari berbagai suku, yang menyebut dirinya Indian Bersatu dari Semua Suku (banyak dari mereka yang pindah ke Daerah Teluk di bawah program penghentian bantuan pemerintah), menduduki pulau ini, dan mengusulkan didirikannya sebuah pusat pendidikan, pusat lingkungan hidup dan kebudayaan. Menurut orang-orang yang mendudukinya, dalam sebuah perjanjian suku Sioux, pemerintah mengakui bahwa semua tanah federal yang tidak digunakan lagi harus dikembalikan kepada suku bangsa Pribumi yang dahulu memilikinya. Selama masa pendudukan itu, sejumlah gedung dirusakkan atau dihancurkan, termasuk ruang rekreasi, tempat tinggal Pengawal Pantai, dan rumah kepala penjara. Sejumlah gedung lainnya (kebanyakan apartemen) dihancurkan oleh Pemerintah AS setelah pendudukan itu berakhir. Setelah pendudukan selama 18 bulan, pemerintah memaksa mereka keluar.



Penjara ini, yang dikenal sebagai “The Rock“, atau “Devil’s Island”. Dibangun pada tahun 1920-an. Segala ketidak nyamanan ada di sini. Alcatraz dirancang sedemikian rupa sehingga amat kecil kemungkinan napi bisa lolos dari sini. Alcatraz benar-benar menciptakan dunia sendiri. Para napi benar-benar terputus kontak dengan kehidupan di luar sana.



Pejabat penjara yang arogan, sipir yang kasar, kebijakan yang tidak manusiawi mewarnai hari-hari para napi di sana. Tak usah heran kalo banyak yang terkena gangguan jiwa akibat tekanan psikologis yang luar biasa.


Bayangkan saja, di sana ada larangan untuk tidak bercakap-cakap dengan napi lain, kalau tidak menurut, hukuman menunggu. Napi dilarang mengeluarkan emosinya. Mereka dipaksa diam. Hak-hak sebagai manusia, di Alcatraz, telah dicabut. Sungguh penjara “neraka”. Penjara ini ditutup pada 1963, tetapi warisan kegelapan terus “hidup” dan menjadi legenda.





( Sumber : WikipediaensiklopediA )




Saint Seiya......................

Animasi ini bercerita tentang lima pendekar yang diberi julukan "Saint" dan memiliki kekuatan berdasar pada pelindung tubuh (armor) yang disebut "Cloth", yang berasal dari konstelasi masing-masing pemiliknya. Setiap Saint memiliki kekuatan khusus yang disebut "Cosmo". Mereka diberi tugas untuk melindungi Saori Kido, reinkarnasi dari Dewi Athena (Dewi perang dan kebijakan). Saori dulunya berada di Sanctuary, tempat para Saint yang mengabdi pada Athena. Tetapi, salah satu Saint berkhianat dan memperdaya Saint lain untuk membunuh Saori bayi.
Saint Sagitarius yang menyadari kekeliruan berusaha menyelamatkan Saori. Ketika Sagitarius hampir tewas, dia menitipkan bayi Saori pada seorang konglomerat dan memintanya untuk membesarkan Saori. Setelah dewasa, Saori lalu mengumpulkan Saint-Saint yang dijadikan pelindungnya. Mereka bersumpah setia dibawah perintah Saori. Mereka lalu pergi ke Sanctuary untuk menggulingkan kekuasaan sesat Saint Gemini yang menjelma menjadi Pope (Paus), setelah membunuh Pope yang asli.




 * Pegasus Seiya
      Seiya adalah salah satu dari 88 Saint yang mengabdi pada Athena/Saori. Bisa dibilang dia adalah saint yang paling setia dan gigih berjuang untuk Athena. Karakteristiknya seperti tipikal hero komik remaja lelaki kebanyakan. Bisa dibilang dia adalah Saint perunggu utama, karena determinasi dan semangatnya yang tak pernah padam selamanya. Clothnya berasal dari konstelasi Pegasus, dan berbentuk Kuda Pegasus. Jurus andalannya adalah:
          o Tinju Meteor Pegasus ( Pegasasu ryūseiken?)-- rangkaian pukulan beruntun yang setiap pukulannya melebihi kecepatan suara, dan kadang-kadang mencapai kecepatan cahaya.
          o Tinju Komet Pegasus ( Pegasasu suiseiken?) -- seluruh kekuatan pukulan tinju meteor dijadikan satu pukulan super.
          o Pegasus Rolling Crush ( Pegasasu Rōringu Kurasshu?) -- mencengkram tubuh lawan, lalu mengangkatnya ke udara dan menjatuhkan dirinya beserta lawan di bagian kepala terlebih dahulu.



    * Dragon Shiryu
      Shiryu adalah Saint perunggu yang paling bijaksana. Dia berlatih di puncak gunung dibawah asuhan Saint emas Libra. Dia lebih taktis dan tenang dibanding rekan-rekannya. Awalnya dia Saint yang angkuh dan bangga akan kekuatannya; namun, setelah bertemu Seiya di Turnamen Saint Perunggu, sifatnya berubah. Jika sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya, dia bisa membunuh musuh sekaligus dirinya sendiri dengan kekuatannya. Clothnya berasal dari konstelasi Draco/naga, dan berbentuk Naga. Jurus andalannya adalah:
          o Tinju Naga Mendaki Gunung ( Rozanshōryūha?)-- serangan yang menggunakan kekuatan pukulan dan tendangan bersamaan, dibantu dengan kekuatan dari cosmo. Memiliki kelemahan yaitu terbukanya rongga dada selama beberapa detik ketika tinju ditarik kebelakang.
          o Tinju Seratus Naga Mendaki Gunung ( Rozanhyakuryūha?)-- serangan yang dipelajari Shiryu dari gurunya, Saint emas Libra Dohko. Kekuatannya seratus kali lipat dibanding Tinju Naga mendaki gunung biasa.
          o Tinju Naga Mendaki Langit ( Rozankōryūha?) -- mirip dengan Pegasus Rolling Crash, mencengkram tubuh lawan, namun membawanya terbang sampai ke atmosfer dengan bantuan kekuatan cosmo. Jurus ini hanya diperbolehkan digunakan oleh Shiryu ketika semua jurusnya sudah tidak mempan terhadap musuh.




    * Cygnus Hyoga
      Tidak seperti Saint perunggu lain, Hyoga memiliki ibu yang sudah meninggal di Laut Siberia. Dia berlatih dibawah Saint perak Crystal yang juga merupakan murid dari Saint emas Aquarius Camus. Tapi akhirnya dia menjadi Saint Cygnus, setelah kematian sahabatnya Isaac karena mencoba menolong Hyoga yang menyelam untuk mencari mayat ibunya. Clothnya berasal dari konstelasi Cygnus, dan berbentuk angsa. Jurus andalannya adalah:
          o Debu-debu Intan ( daiyamondo dasuto?)-- menembakkan kristal-kristal salju ke arah musuh.
          o Holodnyj Smerč ( Hōrodonī sumeruchi?, Sirilik: berarti "tornado es"; diubah namanya menjadi "Aurora Thunder Attack" di versi anime) -- mengumpulkan hawa dingin cosmo sehingga membentuk tornado, lalu menembakkannya ke arah musuh dengan beberapa hentakan yang mengakibatkan badai es.
          o Aurora Execution ( ōrora ekusukyūshon?)-- menembakkan hawa dingin titik nol mutlak beku ke arah musuh. Jurus ini didapatkan Hyoga ketika bertempur melawan Saint emas Aquarius Camus di kuil Aquarius.



Andromeda Shun
Shun adalah anak lelaki yang membenci kekerasan, yang sangat aneh untuk dijadikan Saint yang sangat keras kehidupannya. Dia dikirim ke Pulau Kematian, tapi digantikan oleh kakaknya, Ikki. Dia lalu berlatih dibawah bimbingan Daedalus, dan menggunakan cloth Andromeda. Shun adalah satu-satunya Saint yang memakai senjata di antara kelima tokoh utama, namun di saat terdesak, sering digantikan oleh kakaknya, Ikki. Sebenarnya dia memiliki serangan pamungkas yang mematikan, yaitu badai nebula. Tapi karena membenci kekerasan dan tidak ingin ada kematian di pihak lawan, dia jarang menggunakannya dalam pertempuran. Clothnya berasal dari konstelasi Andromeda dan berbentuk Andromeda yang dirantai. Jurus andalannya adalah:

    * Rantai Nebula -- menggunakan rantainya sebagai senjata dan dapat menebak arah musuh berdasarkan hawa membunuhnya.
    * Rantai Pertahanan -- rantainya membentuk suatu sangkar yang berputar mengelilingi Shun untuk melindunginya.
    * Thunder Wave -- rantainya membentuk halilintar zig-zag untuk menyerang musuh dengan cepat.
    * Aliran Nebula -- aliran udara yang diubah tekanannya oleh cosmo Shun. Sekali ada yang bergerak, maka aliran itu akan menjadi badai Nebula.
    * Badai Nebula -- aliran Nebula yang tekanannya tiba-tiba berubah. Dapat menghancurkan apapun yang bergerak setelah dikelilingi aliran Nebula.




    * Phoenix Ikki
      Ikki adalah orang yang pemarah, sombong dan suka bertarung, diyakini bahwa dia merupakan Saint perunggu yang paling terkuat. Awalnya dia sangat murka karena dikirim ke Pulau Kematian oleh Athena. Tapi dia akhirnya malah membantu Athena dan menjadi Saint perunggu paling bisa diandalkan. Dia mempunyai keistimewaan yaitu dapat kembali dari manapun, di dimensi apapun. Selain itu clothnya memiliki kemampuan untuk pulih kembali (regenerasi) setelah hancur. Dia biasanya melawan musuh-musuh yang tidak bisa dikalahkan oleh Saint perunggu lainnya. Dia sangat tangguh dan kuat. Kemampuannya selalu meningkat bila menerima jurus dari musuh yang tidak mempan baginya. Clothnya berasal dari konstelasi Phoenix, dan berbentuk burung Phoenix. Jurus andalannya adalah:
          o Tinju Sayap-sayap Phoenix ( Hōyokutenshō?)-- tinju super yang menembakkan aliran panas merusak dalam satu serangan.
          o Tinju Ilusi ( Hōōgenmaken?)-- menggunakan kekuatan cosmo untuk menyerang langsung ke otak musuh. Dapat membuat pikiran musuh hancur dan membuat ilusi buruk bagi musuh. Terkadang dapat membunuh musuh secara langsung. Hanya dapat berfungsi bila musuh memiliki kenangan/ilusi buruk yang pernah dialaminya.


Hhhhhmmmmmm jadi ingat masa kecil.................




SumbeR : ( WikipediAensiklopediA )

18 Januari 2011

Two Fighters From Indonesia

Muhammad Thoha Ma'ruf (lahir di Manado, 25 Desember 1920 – meninggal di Jakarta, 7 April 1976 pada umur 55 tahun) adalah seorang ulama Nahdliyyin kharismatis dari negeri kaum paderi, meski sebenarnya Beliau bukan putera minang asli. KH Thoha Ma’ruf adalah keturunan ke-7 dari ulama Besar Nusantara asal Banjar Kalimantan, yakni Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Mengingat silsilahnya maka jelas sekali beliau dilahirkan dan dididik di tengah-tengah keluarga religius. Ayahnya bernama KH Mansur adalah seorang guru agama yang membangun sebuah keluarga di Kampung Banjar (Banjer) Manado, hingga di sanalah bayi Thaha Ma’ruf lahir tepat pada tanggal 25 Desember 1920.


Pendidikan

Pada usia 22 tahun ia telah menamatkan Madrasah Muallimin di Bukittinggi (1942) setelah satu tahun sebelumnya ia juga menamatkan Institute Islamic College di Padang. Dari sinilah kemudian Beliau mulai menapakkan dirinya di jalan dakwah. Di Padang, bumi pertiwi para intelektual ini pula ia membuka lebar-lebar cakrawala pemikirannya terhadap dunia dengan mempelajari pula bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Bahkan bahasa Jepang inilah yang sempat menyelamatkannya dari hukuman tentara Pendudukan Jepang ketika ia ditangkap karena dianggap menentang penjajah.

Sejak merantau ke Minang inilah Thaha Ma'ruf menunjukkan bakti yang begitu kuat terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa. Terutama dari sisi pendidikan. karena itulah ia terlibat dalam banyak sekali gerakan pendidikan sejak semasa mudanya. bahkan sebenarnya sejak sebelum ia berangkat ke negeri rantau, ia telah pula mengajar sebagai guru agama di tanah kelahirannya, Manado. Dan bukan hanya di Padang saja, melainkan juga ke wilayah-wilayah Sumatera Tengah lainnya, yakni di Riau, Jambi dan Medan.

Di Minang, Thaha Ma'ruf menikah dengan seorang gadis belia asli Minang yang kelak mendampinginya hingga akhir hayat, Hj Sariani binti H Muhammad Yasin. begitulah gadis itu biasa dipanggil. Sejak kecil Sariani telah dipanggil Hajjah, kerena sejak berusia lima tahun beliau telah diajak berangkat ke tanah suci Makkah-Madinah untuk pertama kalinya, beberapa kali ia pulang pergi ke Haramain sebelum akhirnya dinikahkan dengan pemuda Thaha Ma'ruf, seorang guru agama militan asal Banjar yang telah diterima sebagai bagian dari penduduk Minang. Keluarga Istrinya ini adalah sebuah keluarga saudagar kaya raya yang memiliki keseharian hidup agamis. Hj. Sariani pun seorang da’iyah handal sejak awal, sekaligus juga adalah pengatur keuangan keluarga yang terbukti sangat ulet.

Kehandalan Hj Sariani ini menjadi penting ketika terjadi peristiwa sanering (pemotongan nilai uang rupiah menjadi setengahnya), di mana setiap nominal mata uang di atas lima rupiah harus dipotong setengahnya. Kondisi ini cukup membuat orang-orang kaya kalang kabut, terutama bagi mereka yang tidak memiliki cadangan uang recehan. Nah, Hj Sariani inilah yang rupa-rupanya menyimpan cukup banyak cadangan uang recehan, sehingga keuangan keluarga cukup tertolong karena nilai mata uang dibawah lima rupiah tidak mengalami penyusutan.

Terbukti kemudian pasangan muda ini kedua-duanya aktif sebagai kader pejuang unggul yang mampu mensinergikan antara perjuangan bangsa dan dakwah keagamaan dalam satu tarikan nafas bahtera rumah tangga mereka. Thaha Ma'ruf, selain menjadi wartawan di Harian Penerangan, juga aktif sebagai guru di berbagai sekolah dan majlis taklim, sehingga ia mampu menanamkan rasa kecintaan masyarakat dan seluruh anak didiknya terhadap perjuangan bangsa dan agama sekaligus.

Hal ini senyatanya menjadi sebuah fakta ketika pada tahun 1953, dalam usia 33 tahun, Beliau menjadi pelopor sekaligus deklarator berdirinya Partai NU di wilayah Sumatera Tengah, wilayah yang sekarang menjadi tiga propinsi, Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Pendirian partai NU di Sumatera Tengah ini dilaksanakan setelah selama enam tahun Thaha Ma'ruf bergulat dalam perjuangannya sebagai Sekretaris Jenderal PERTI yang berpusat di Bukittinggi.


Bergabung di NU

Tiga tahun setelah mendirikan partai NU di Sumatera Tengah, Beliau hijrah ke Jakarta sebagai anggota Pengurus Besar NU (PBNU) dan aktif dalam perjuangan Nahdlatul Ulama di level Pusat.

Di Jakarta, Thaha Ma'ruf sekeluarga sempat beberapa kali pindah alamat, dari Kebun Nanas, Matraman hingga Cipinang. Dalam menjalani kehidupannya sebagai aktifis Nahdlatul Ulama di Jakarta ini Beliau selalu didampingi oleh sang istri yang juga seorang aktivis Fatayat-Muslimat NU.

Meski Jakarta adalah tempat yang baru baginya, namun Thaha Ma'ruf tatap dapat selalu mempertahankan kedekatannya dengan masyarakat sekitar. hal ini terbukti ketika pada tahun 1965 terjadi kemelut yang mendebarkan seputar pemberontakan PKI, kediaman Thaha Ma'ruf di Matraman selalu dijaga oleh laskar Ansor setempat atas inisiatif mereka sendiri, bukan permintaan dari shohibul bait ataupun atas instruksi atau komando dari atas.

Selama menjalani kegiatannya sebagai politikus, Thaha Ma'ruf dan istri juga selalu aktif mengisi dakwah-dakwah di tingkat masyarakat bawah. Bahkan meskipun ia telah menjadi unsur pimpinan pusat di "Majlis Ulama" dan da’i tetap di pengajian Masjid Istiqlal.

Bahkan meski berpindah-pindah tempat tinggal, keluarga Thaha ma'ruf tidak pernah meninggalkan sebuah majlis taklim pun di komunitas lamanya.

Thaha Ma'ruf tercatat sebagai anggota DPRGR/MPRS tahun 1960-1970 setelah berdinas di ketentaraan sejak tahun 1946 sebagai Kepala Penerangan yang berkedudukan di Bukittinggi dengan pangkat Mayor. Dari latarbelakang militernya inilah Thaha Ma'ruf senantiasa tegas dalam sikap-sikap politiknya. Ia tidak segan-segan mengkritik kebijakan pemerintah jika dinilainya kurang tepat.

Salah satu gagasan penting yang dicetuskannya dengan sukses adalah kembalinya Indonesia ke pangkuan PBB pada tahun 1966. Dari sinilah kemudian Thaha Ma'ruf dipercaya untuk menjalani berbagai kunjungan kenegaraan ke berbagai wilayah di luar negeri. Termasuk untuk menghadiri Kongres Perdamaian di Moskow tahun 1962 dan mempersiapkan pendirian Konsulat RI. di Seoul, Korea Selatan pada tahun 1968.

Ketika terjadi banyak kemelut antara pemerintah pusat dengan beberapa wilayah termasuk dengan PRRI di Sumatera Barat, Thaha Ma'ruf mengambil sikap pro pemerintah pusat, karena baginya, keutuhan NKRI lebih penting daripada perpecahan antar bangsa. karenanya, hal ini juga menjadikannya berada dalam garis depan untuk menolak setiap bentuk perlawanan terhadap kedaulatan NKRI, termasuk ketika terjadi peristiwa pemberontakan PKI 1965.

Dukungannya yang begitu kuat untuk keutuhan NKRI juga tercermin dari pendirian dan deklarasi NU wilayah Sumatera Tengah, yang diawali oleh argumentasi bahwa semestinya umat Islam di Indonesia memang memiliki sebuah wadah keagamaan yang mencakup dan menjangkau ke seluruh wilayah NKRI, sehingga tidak menimbulkan friksi antar daerah.

KH. Thaha Ma'ruf adalah seorang tokoh yang hidup dalam suasana kesederhanaan dan memiliki keteladanan yang patut diikuti oleh masyarakat muslim. Salah satu kegemaran positif semasa hidupnya adalah bersilaturrahim. Menurut penuturan KH Fadhli Ma'ruf, putera ke-7, semasa hidupnya KH Thaha Ma'ruf sangat gemar bersilaturahim ke Ulama-ulama yang juga adalah teman-teman dan kerabatnya. Selain itu beliau juga sangat gemar berziarah ke makam para Aulia di Jakarta dan sekitarnya, seperti ke Luar Batang, makam KH. Mas Mansur di Tanah Abang dan lain-lain.

Dermawan adalah salah satu sifat positif beliau yang senantiasa dijalankan sepanjang hidupnya. Diceritakan, beliau selalu membawa uang recehan untuk dibagikan kepada siapapun yang memerlukannya di sepanjang perjalanan yang dilaluinya. Konon beliau tidak pernah menolak seorang pun yang datang untuk meminta pertolongan.

Kedekatan dengan para Habaib dan Ulama selalu dijaganya untuk kepentingan dakwah Islamiyah. beberapa teman-teman dekatnya adalah KH Abdullah Syafe'i, KH. Wahid Hasyim dan Habib Ali Kwitang. Beliau juga selalu aktif di Majlis Ta'lim Kwitang, baik sebagai peserta maupun pembicara.


Aktif menulis

Hingga masa-masa tuanya, Beliau juga masih sangat aktif menulis, terutama artikel-artikel yang berkenaan dengan dakwah islamiyah. Hingga tujuh Jam sebelum beliau menghadap sang Khaliq (Malam Rabu, 6 April 1976 jam 22.00 WIB), KH. Thaha Ma'ruf masih sempat menulis sebuah karangan (artikel dakwah) yang akan diajarkan pada Majlis Ta'lim Masjid Istiqlal. Karangan terakhir ini belum selesai dan ditemukan masih terpasang di atas meja kerjanya.


Wafat

KH. Thaha Ma'ruf bin Mansur meninggal pada 7 April 1976 dalam usia 56 tahun dengan berstatus sebagai Pengurus Pusat Majlis Ulama Indonesia dengan meninggalkan seorang istri dan delapan anak. Beberapa di antara putera puteri beliau ada yang aktif menjadi pengurus teras PBNU dan banom-banomnya, sementara yang lainnya ada yang mengurus kelanjutan dakwah Islamiyah yang telah dirintis oleh beliau.

Karena Hj Sariani berprinsip bahwa wafatnya suami bukanlah berarti terhentinya perjuangan dalam menegakkan agama Islam, maka pada tahun 1976 pula sang istri dengan dibantu oleh putera-puterinya mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Al-Ma'ruf di Cibubur. Yayasan ini bergerak di bidang sosial, pendidikan dan dakwah Islam yang sekarang telah berkembang dan memiliki jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga SMU.

Pada mulanya yayasan ini adalah sebuah Musholla kecil, namun masyarakat memintanya dikembangkan sebagai sebuah lembaga pendidikan yang dapat diandalkan. Menurut permintaan masyarakat, hal ini dikarenakan di wilayah tersebut (saat itu masih pinggiran Jakarta), sudah terdapat beberapa musholla, namun justru digunakan untuk main "gaple" karena tidak ada kader-kader yang berkompeten memakmurkannya. Karena itulah, membuat sebuah wadah untuk mencetak kader dakwah menjadi sesuatu yang tidak dapat ditunda lagi.

Ketika Hj Sariani wafat dan dikebumikan di Cibubur, Komplek Yayasan Pendidikan Islam al-Ma'ruf, jasad KH Thaha Ma'ruf juga dipindahkan ke Cibubur untuk bersanding dengan makam isterinya di belakang Masjid. Setelah sebelumnya jasad beliau disemayamkan di pemakaman umum Kebon Nanas






Daan Mogot (lahir di Manado, 28 Desember 1928 – meninggal di Lengkong, Tangerang, 25 Januari 1946 pada umur 17 tahun) adalah seorang pejuang dan pelatih anggota PETA di Bali dan Jakarta pada tahun 1942. Setelah Perang Dunia ke-2 selesai, ia menjadi Komandan TKR di Jakarta dengan pangkat Mayor. Bulan November 1945 menjadi pendiri sekaligus Direktur Pertama Akademi Militer Tangerang (MAT) dalam usia 17 tahun. Ia gugur di Hutan Lengkong bersama 36 orang lainnya dalam pertempuran melawan tentara Jepang saat hendak melucuti senjata mereka di Hutan Lengkong di Tangerang.

Daan Mogot lahir di Manado pada tanggal 28 Desember 1928 dari pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang (Mien) dengan nama Elias Daniel Mogot. Ayahnya ketika itu adalah Hukum Besar Ratahan. Ia anak kelima dari tujuh bersaudara. Saudara sepupunya antara lain Kolonel Alex E. Kawilarang (Panglima Siliwangi, serta Panglima Besar Permesta) dan Irjen. Pol. A. Gordon Mogot (mantan Kapolda Sulut).

Pada tahun 1939, yaitu ketika ia berumur 11 tahun, keluarganya pindah dari Manado ke Batavia (Jakarta sekarang) dan menempati rumah di jalan yang sekarang bernama Jalan Cut Meutiah – Jakarta Pusat. Di Batavia, ayahnya diangkat menjadi anggota VOLKSRAAD (Dewan Rakyat masa Hindia-Belanda). Kemudian ayahnya diangkat sebagai Kepala Penjara Cipinang.

Pada masa Pendudukan Jepang, ia masuk dalam organisasi militer pribumi bentukan Jepang di Jawa, yaitu Pembela Tanah Air atau PETA. Waktu itu tahun 1942, ia menjadi anggota PETA angkatan pertama. Sebenarnya usia Daan Mogot belum memenuhi syarat yang ditentukan pihak Jepang yakni 18 tahun. Waktu itu ia berumur 14 tahun.

Karena prestasinya, ia diangkat menjadi pelatih anggota PETA di Bali, kemudian dipindahkan di Jakarta. Semasa di Bali, ia mendapatkan dua sahabat sejati yaitu Kemal Idris dan Zulkifli Lubis.

Mereka yang berasal dari Seinen Dojo oleh instruktur Jepang diangkat sebagi Instruktur Pembantu. Sebab, latihan yang akan diberikan kepada mereka jauh lebih ringan dari latihan yang pernah diterima pada masa Seinen Dojo di Tangerang. Pendidikan dan latihan itu dapat terlaksana sampai empat angkatan. Angkatan pertama mulai bulan Desember 1943 dan angkatan keempat, terakhir selesai bulan Juli 1945, sebelum Jepang takluk pada Sekutu tanggal 15 Agustus 1945.

Ada 50 orang yang diambil dari peserta latihan angkatan pertama untuk mengikuti pendidikan “guerilla warfare” di bawah pimpinan Kapten Yanagawa. Di antara mereka yang ikut latihan khusus itu adalah Daan Mogot, Kemal Idris, Zulkifli Lubis, Kusno Wibowo, Sabirin Mukhtar, Syatibi dan Effendi. Jenis latihan yang diberikan antara lain bagaimana cara memelihara burung merpati, karena burung itu dapat dipergunakan untuk alat komunikasi. Di samping itu mereka dilatih bagaimana menggunakan senjata yang baik untuk menghadapi lawan.

Setelah ke-50 orang itu dilantik menjadi perwira, mereka tidak lagi bertugas sebagai Instruktur Pembantu, melainkan menjadi Shodancho.

Setelah dilantik menjadi perwira PETA, masing-masing perwira dikembalikan ke daerah asalnya. Di Bali, Daan Mogot, Zulkifli Lubis dan Kemal Idris bersama beberapa perwira PETA lainnya mendirikan serta melatih para calon PETA di sana. Alasan Jepang mendirikan PETA di Bali, karena Bali dianggap merupakan daerah pertahanan dan tempat pendaratan. Untuk itu kekuatan dipersiapkan, terutama di daerah Nagara dan Klungkung. Jepang memberikan kepercayaan kepada Daan Mogot melatih di Tabanan, Kemal Idris di Nagara dan Zulkifli Lubis di Klungkung. Sekalipun ketiga sahabat itu terpisah-pisah tempat tugasnya, namun mereka selalu mengadakan kontak, baik membicarakan hal yang berhubungan dengan latihan maupun tentang nasib rakyat yang sedang menderita di bawah telapak penjajah. Kegiatan latihan yang spesifik saat itu ialah mempersiapkan pertahanan guna menghadapi serangan musuh di pantai. Selama setahun para Shodancho di Bali menjalankan tugas dengan baik. Tahun selanjutnya mereka harus berpisah. Empat orang Shodancho harus kembali ke Jawa, sedangkan Daan Mogot, Zulkifli Lubis, dan Kemal Idris yang tetap tinggal. Mereka bertindak sebagai instruktur PETA, memberikan latihan kepada calon-calon perwira hingga mereka mahir dalam berbagai bidang ketentaraan.

Pada tahun 1945 ketika Republik Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, Daan Mogot menjadi salah seorang tokoh pemimpin Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan pangkat Mayor. Ini suatu keunikan pada masa itu, Mayor Daan Mogot baru berusia 16 tahun!

Di sana Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada tanggal 23 Agustus 1945 mendirikan markasnya di Jalan Cilacap No. 5 untuk daerah Keresidenan Jakarta, empat hari sesudah pembentukannya. Moefreini Moe’min, seorang bekas syodancho dari Jakarta Daidan I ditunjuk sebagai pimpinannya. Sejumlah perwira yang bergerak di situ adalah Singgih, Daan Yahya, Kemal Idris, Daan Mogot, Islam Salim, Jopie Bolang, Oetardjo, Sadikin (Resimen Cikampek), Darsono (Resimen Cikampek), dan lain-lain.

Daan Mogot memang terkenal dalam sejarah zaman revolusi perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada pertempuran di hutan Lengkong-Serpong Tangerang Banten, ketika Taruna Akademi Militer Tangerang yang dipimpinnya berusaha merebut senjata dari pihak tentara Jepang tanggal 25 Januari 1946.

Ironisnya, sementara ia berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia bahkan rela gugur di medan pertempuran, ayahnya tewas dibunuh para perampok yang menganggap ”orang Manado” (orang Minahasa) sebagai londoh-londoh (antek-antek) Belanda.

Suatu ketika, Mayor Daan Mogot bertemu dengan sepupunya Alex Kawilarang. Dengan mengenakan peci hijau, ia menuruni sepeda motornya. Pemuda berusia 17 tahun itu kemudian dijemput oleh Alex di pinggir jalan, dan ia pun menunjukkan muka gembira. Pertemuan yang hangat terjadi. Kemudian mereka mengobrol di dalam rumah. Daan Mogot bercerita bahwa ia sekarang tinggal di Jalan Asem Baru, menumpang pada keluarga Singgih. Segera disambungnya cerita mengenai perjuangan. Tentang serangan di Pondok Gede. Ia juga cerita tentang ayahnya yang baru saja dibunuh, tidak diketahui dengan pasti oleh siapa. “Banyak benar anarki terjadi di sini,” kata Alex. “Memang, itu yang mesti torang bereskan. Oleh karena itu, senjata harus berada di torang pe tangan” sambung Daan. Katanya lagi kepada Alex, “Torang, orang Manado, jangan berbuat yang bukan-bukan. Awas, hati-hati! Torang musti benar-benar menunjukkan, di pihak mana kita berada.”

Lalu Daan bercerita pula mengenai pemikirannya tentang sebuah perguruan untuk mendidik para pemuda yang mau menjadi tentara, yang kemudian ternyata terlaksana, ialah didirikannya “militer akademi” (akademi militer) pada tanggal 18 November 1945 di Tangerang.


Sebagai sponsor terwujudnya gagasan mendirikan sekolah akademi militer, maka tanggal 18 November 1945 ia dilantik menjadi Direktur Militer Akademi Tangerang (MAT) pada waktu ia berusia 17 tahun. Sebenarnya di Yogyakarta juga berdiri Militer Akademi Yogya (MA Yogya) hampir bersamaan, yaitu tanggal 5 November 1945. Ide mendirikan sebuah akademi militer ini memang seperti yang diangan-angankan oleh Daan Mogot.

Ide pendirian Militer Akademi Tangerang itu datang dari empat orang: Daan Mogot, Kemal Idris, Daan Yahya dan Taswin.

Pada tahap awal ada 180 orang Calon Taruna pertama yang dilatih. Di antara mereka terdapat mahasiswa yang berasal dari Sekolah Kedokteran Ika Daigaku Jakarta. Ada di antara mereka yang menjadi komandan peleton, komandan kompi bahkan komandan batalyon. Sejumlah perwira dan bintara yang menjadi pelatih/instruktur MAT antara lain Kapten Taswin, Kapten Tommy Prawirasuta, Kapten Rukman, Kapten Kemal Idris, Kapten Oscar (Otje) Mochtan, Kapten Jopie Bolang, Kapten Endjon Djajaroekmantara, Sersan Bahruddin, Sersan Sirodz. Di Resimen Tangerang Taswin bertugas di staf sedangkan Kemal Idris di pasukan.

Pada tanggal 24 Januari 1946 Mayor Daan Yahya menerima informasi bahwa pasukan NICA Belanda sudah menduduki Parung dan akan melakukan gerakan merebut depot senjata tentara Jepang di depot Lengkong (belakangan diketahui bahwa Parung baru diduduki NICA bulan Maret 1946). Tindakan-tindakan provokatif NICA Belanda itu akan mengancam kedudukan Resimen IV Tangerang dan Akademi Militer Tangerang secara serius. Sebab itu pihak Resimen IV Tangerang mengadakan tindakan pengamanan. Mayor Daan Yahya selaku Kepala Staf Resimen, segera memanggil Mayor Daan Mogot dan Mayor Wibowo, perwira penghubung yang diperbantukan kepada Resimen IV Tangerang.

Tanggal 25 Januari 1946 lewat tengah hari sekitar pukul 14.00, setelah melapor kepada komandan Resimen IV Tangerang Letkol Singgih, berangkatlah pasukan TKR dibawah pimpinan Mayor Daan Mogot dengan berkekuatan 70 taruna MA Tangerang (MAT) dan delapan tentara Gurkha. Selain taruna, dalam pasukan itu terdapat beberapa orang perwira yaitu Mayor Wibowo, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Letnan Soetopo. Kedua Perwira Pertama ini adalah perwira polisi tentara (Corps Polisi Militer/CPM sekarang). Ini dilakukan untuk mendahului jangan sampai senjata Jepang yang sudah menyerah kepada sekutu diserahkan kepada KNIL-NICA Belanda yang waktu itu sudah sampai di Sukabumi menuju Jakarta.

Setelah melalui perjalanan yang berat karena jalannya rusak dan penuh lubang-lubang perangkap tank, serta penuh barikade-barikade, pasukan TKR tersebut tiba di markas Jepang di Lengkong sekitar pukul 16.00. Pada jarak yang tidak seberapa jauh dari gerbang markas, truk diberhentikan dan pasukan TKR turun. Mereka memasuki markas tentara Jepang dalam formasi biasa. Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo dan taruna Alex Sajoeti berjalan di muka dan mereka bertiga kemudian masuk ke kantor Kapten Abe. Pasukan Taruna MAT diserahkan kepada Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo untuk menunggu di luar.

Gerakan pertama ini berhasil dengan baik dan mengesankan pihak Jepang. Di dalam kantor markas Jepang ini Mayor Daan Mogot menjelaskan maksud kedatangannya. Akan tetapi Kapten Abe meminta waktu untuk menghubungi atasannya di Jakarta, karena ia mengatakan belum mendapat perintah atasannya tentang perlucutan senjata. Ketika perundingan berjalan, rupanya Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo sudah mengerahkan para taruna memasuki sejumlah barak dan melucuti senjata yang ada di sana dengan kerelaan dari anak buah Kapten Abe. Sekitar 40 orang Jepang disuruh berkumpul di lapangan.

Kemudian secara tiba-tiba terdengar bunyi tembakan, yang tidak diketahui dari mana datangnnya. Bunyi tersebut segera disusul oleh rentetan tembakan dari tiga pos penjagaan bersenjatakan mitraliur yang tersembunyi yang diarahkan kepada pasukan taruna yang terjebak. Serdadu Jepang lainnya yang semula sudah menyerahkan senjatanya, tentara Jepang lainnya yang berbaris di lapangan berhamburan merebut kembali sebagian senjata mereka yang belum sempat dimuat ke dalam truk.

Dalam waktu yang amat singkat berkobarlah pertempuran yang tidak seimbang antara pihak Indonesia dengan Jepang, Pengalaman tempur yang cukup lama, ditunjang dengan persenjataan yang lebih lengkap, menyebabkan Taruna MAT menjadi sasaran empuk. Selain senapan mesin yang digunakan pihak Jepang, juga terjadi pelemparan granat serta perkelahian sangkur seorang lawan seorang.

Tindakan Mayor Daan Mogot yang segera berlari keluar meninggalkan meja perundingan dan berupaya menghentikan pertempuran namun upaya itu tidak berhasil. Dikatakan bahwa Mayor Daan Mogot bersama rombongan dan anak buahnya Taruna Akademi Militer Tangerang, meninggalkan asrama tentara Jepang, mengundurkan diri ke hutan karet yang disebut hutan Lengkong.

Taruna MAT yang berhasil lolos menyelamatkan diri di antara pohon-pohon karet. Mereka mengalami kesulitan menggunakan karaben Terni yang dimiliki. Sering peluru yang dimasukkan ke kamar-kamarnya tidak pas karena ukuran berbeda atau sering macet. Pertempuran tidak berlangsung lama, karena pasukan itu bertempur di dalam perbentengan Jepang dengan peralatan persenjataan dan persediaan pelurunya amat terbatas.

Dalam pertempuran, Mayor Daan Mogot terkena peluru pada paha kanan dan dada. Tapi ketika melihat anak buahnya yang memegang senjata mesin mati tertembak, ia kemudian mengambil senapan mesin tersebut dan menembaki lawan sampai ia sendiri dihujani peluru tentara Jepang dari berbagai penjuru.

Akhirnya 33 taruna dan 3 perwira gugur dan 10 taruna luka berat serta Mayor Wibowo bersama 20 taruna ditawan, sedangkan 3 taruna, yaitu Soedarno, Menod, Oesman Sjarief berhasil meloloskan diri pada 26 Januari dan tiba di Markas Komando Resimen TKR Tangerang pada pagi hari. Para perwira dan taruna Akademi Militer Tangerang (MAT) yang gugur pada peristiwa itu adalah sebagai berikut:


Pasukan Jepang bertindak dengan penuh kebengisan, mereka yang telah luka terkena peluru dan masih hidup dihabisi dengan tusukan bayonet. Ada yang tertangkap sesudah keluar dari tempat perlindungan, lalu diserahkan kepada Kempetai Bogor. Beberapa orang yang masih hidup menjadi tawanan Jepang dan dipaksa untuk menggali kubur bagi teman-temannya. Sungguh suatu kisah yang pilu bagi yang masih hidup tersebut. Dalam keadaan terluka, ditawan, masih dipaksa menggali kuburan untuk para rekan-rekannya sedangkan nasib mereka masih belum jelas mau diapakan.

Tanggal 29 Januari 1946 di Tangerang diselenggarakan pemakaman kembali 36 jenasah yang gugur dalam peristiwa Lengkong disusul seorang taruna Soekardi yang luka berat namun akhirnya meninggal di RS Tangerang. Mereka dikuburkan di dekat penjara anak-anak Tangerang. Selain para perwira dari Tangerang, Akademi Militer Tangerang, kantor Penghubung Tentara, hadir pula pada upacara tersebut Perdana Menteri RI Sutan Sjahrir, Wakil Menlu RI Haji Agoes Salim yang puteranya Sjewket Salim ikut gugur dalam peristiwa tersebut beserta para anggota keluarga taruna yang gugur. Pacar Mayor Daan Mogot, Hadjari Singgih memotong rambutnya yang panjang mencapai pinggang dan menanam rambut itu bersama jenasah Daan Mogot. Setelah itu rambutnya tak pernah dibiarkan panjang lagi.

Hmmm gimana? Sudah tau tentang Daan Mogot itu siapa ? Selain nama jalan, Daan Mogot juga menjadi nama sebuah mall yang berada di Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, terletak persis dekat Jalan Daan Mogot. Semoga kita bisa meneladani beliau, bahwa prestasi bisa ditanamkan sejak dini. Ia rela mengorbankan masa mudanya demi kepentingan rakyat Indonesia yang menderita akibat penjajahan bangsa asing.






SumbeR :  ( WikipediAensiklopediA )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ramalan Jodoh